Senin, 08 April 2013

Cara Lulus Tes PNS
Meskipun pernah dilansir bahwa pemerintah telah melakukan moratorium CPNS tahun ini, ternyata belakangan santer diberitakan bahwa pemerintah membuka kran penerimaan CPNS, khususnya pegawai honorer kategori K-2. Ibarat tak mau rugi, pemerintah akan melakukan uji kompetensi layaknya penerimaan CPNS umum. Untuk kategori CPNS umum, hanya beberapa lembaga dan atau kementerian diberi kesempatan menyelenggarakan tes CPNS karena mengikuti irama PNS yang MPP (memasuki masa pensiun).


Diakui atau tidak bahwa status PNS memang masih menjadi pilihan utama atau favorit dibandingkan status juragan atau pengusaha kaya raya atau karyawan perusahaan meskipun sudah bergaji besar. Itu disebabkan gaji PNS yang tak pernah turun. Bahkan, nyaris saban tahun gaji PNS dinaikkan dengan alasan mengikuti laju inflasi. Kini, tiada pernah tersiar kabar jika PNS dengan pangkat-golongan terendah digaji di bawah Rp2 juta/ bulan. Maka, teramat wajah status PNS menjadi magnet yang luar biasa kuat daya tariknya. Berkenaan dengan itu, saya akan berbagi tips agar peserta dapat lolos tes CPNS.

Kenali Karakter Soal
Soal tes CPNS memiliki lima karakter atau sifat, yaitu TPU, TPK, Kemampuan Verbal, dan Skolastik atau Logika. TPU adalah Tes Pengetahuan Umum yang biasanya berisi perundang-undangan dan atau kebijakan pemerintah, termasuk pengetahuan ketatanegaraan. TPK adalah Tes Pengetahuan Khusus yang berisi pengetahuan bidang keilmuan yang diikuti. Kemampuan verbal adalah pengetahuan bahasa Indonesia yang meliputi pengetahuan linguistik murni dan penerapan bahasa Indonesia. Skolastik adalah kemampuan bernalar. Setiap jenis soal memiliki bobot berbeda-beda sebagai syarat diterimanya peserta tes CPNS.
Jaga Optimisme
Biasanya peserta tes CPNS akan mengalami kegalauan, gelisah, nervous, gugup, atau kurang percaya diri karena berhadapan dengan ribuan, puluhan ribu, bahkan ratusan ribu peserta. Jika mentalnya tidak kuat, dapat ditebak bahwa konsentrasinya akan buyar. Maka, jiwa optimis harus ditanamkan sejak awal. Allah SWT berfirman, “Aku itu sebagaimana yang disangkakan hamba-Ku.” Anggaplah peserta lain bukan sebagai pesaing melainkan penghibur alias teman.
Prasangka Positif
Saya yakin bahwa isu sogok-menyogok pernah menghantui perasaan kita. Diakui bahwa isu itu sering menjadi kecurigaan peserta yang gagal kepada peserta yang diterima. Konon sogokan menyentuh bilangan di atas Rp100 juta. Berkenaan dengan itu, sebaiknya pikiran itu dihilangkan. Alangkah lebih baiknya jika kita memusatkan diri kepada kemampuan pribadi. Ibarat mau makan ikan, kita harus mengail ikan dengan kehilangan umpan. Dan umpan-umpan itu adalah pengorbanan. Milikilah prasangka positif karena pikiran positif akan memberikan efek positif kepada kita sendiri.
Kenali Karakter LJK

Lembar Jawab Komputer atau LJK memiliki 5 karakter, yaitu tak boleh basah, berlobang, kotor, terlipat, dan salah jawaban. Basah disebabkan keringat sehingga peserta sebaiknya mengenakan pakaian lengan panjang yang mudah menyerap keringat. Berlobang disebabkan permukaan tempat menaruh LJK tidak rata. Kotor karena tangan dan tempat tidak bersih. Bahkan, kotor dapat disebabkan penghapusan jawaban yang berulang-ulang. Terlipat dapat disebabkan salah produk atau ketidaksengajaan peserta menaruh LJK. Dan salah jawaban karena peserta tak bisa menjawab soal.
Tawakal
Allah adalah Mahakuasa atas segalanya. Mau diloloskan, digagalkan, lolos lalu digagalkan, atau gagal lalu diloloskan adalah kehendak-Nya. Manusia hanya diperintahkan agar berusaha maksimal sebagaimana firman Allah SWT, “Allah takkan mengubah keadaan manusia selagi manusia tak berusaha mengubahnya.” Ayat itu menandaskan bahwa manusia adalah agent of change atas dirinya. Jika kita sudah maksimal berusaha, maka kita harus menyerahkan semua hasilnya kepada Allah. Jika kepasrahan bulat-bulat itu sudah dilakukan, hasil positif-negatif akan menghasilkan kesan positif. Manakala diterima sebagai CPNS, itu berarti rezeki Anda memang menjadi PNS. Jika gagal diterima sebagai CPNS, itu berarti bahwa keimanan Anda sedang diuji. Allah masih memberikan banyak kesempatan untuk sekadar “menjemput” rezeki-nya yang tiada tara luasnya.

Menjelang dilaksanakannya tes CPNS seperti saat sekarang, biasanya saya diminta untuk mengisi kegiatan bimbingan tes pra-Tes CPNS oleh beberapa lembaga atau privat. Kebetulan pula, disiplin ilmuku, yakni bahasa Indonesia, sangat dominan dalam soal-soal tes CPNS. Berdasarkan pengalaman pribadi saat mengikuti tes CPNS tahun 1998 yang langsung diterima itulah, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa soal-soal tes CPNS tidaklah sesulit bayangan kita. Karena kuota atau formasi CPNS memang terbatas, maka pemerintah menggunakan system peringkat atau rangkingisasi. Jadi, tidak ada peserta tes CPNS yang bodoh, tetapi Anda saja belum beruntung karena mungkin hasil tes Anda masih berada di bawah peserta lain. Semoga bermanfaat…..





Artikel Lain :